Analisis Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Sosial Guru Berdasarkan Gender
DOI:
https://doi.org/10.34081/hoch.v1i1.822Keywords:
Student Perception, Social Competence, Male Teachers, Female Teachers, Christian EducationAbstract
The purpose of this research is to characterize how Al-Masih Christian High School students view the social skills of both male and female teachers and to and to analyze differences in perceptions based on gender. This research is based on the importance of teachers' social competence in establishing productive relationships with pupils and establishing a favorable atmosphere for learning. Descriptive comparative study using a quantitative approach is the methodology employed. Students were given a Likert scale questionnaire to complete in order to gather data, which was then descriptively evaluated to provide a general idea of their opinions. Overall, both male and female teachers are seen as having good social competence, according to the research findings, with ratings on a variety of markers ranging from 82.86% to 97.14%. While male instructors are better at maintaining discipline and offering practical help, female teachers are typically better at empathy, communication flexibility, listening to students' perspectives, and motivating them. This research demonstrates how crucial it is for educators to fully develop their social skills in order to help students become motivated and successful learners.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru laki-laki dan perempuan di SMA Kristen Al-Masih Jakarta Barat, serta menganalisis perbedaan persepsi berdasarkan gender. Penelitian ini didasari oleh pentingnya kompetensi sosial guru dalam membangun interaksi yang efektif dengan siswa serta menciptakan iklim belajar yang kondusif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert kepada siswa dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, baik guru laki-laki maupun guru perempuan dipersepsikan memiliki kompetensi sosial yang tinggi, dengan skor pada berbagai indikator berkisar antara 82,86% hingga 97,14%. Guru perempuan cenderung lebih unggul pada aspek empati, adaptabilitas komunikasi, mendengarkan pendapat siswa, dan memberikan motivasi, sedangkan guru laki-laki lebih unggul pada aspek pemberian bantuan praktis dan penerapan disiplin. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi sosial guru secara menyeluruh agar mampu mendukung motivasi dan keberhasilan belajar siswa.
References
Amin, Amannasrullah. “Hubungan Kompetensi Sosial Guru Dengan Interaksi Edukatif Dalam Perspektif Peserta Didik.” Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam 11, no. 01 (2019): 77–106. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v11i01.175.
Cahyono, Aprianto, and Mu’arifin Mu’arifin. “Survei Persepsi Siswa Terhadap Konsep Pendidikan Jasmani SMP Kelas VIII.” Sport Science and Health 2, no. 12 (2022): 605–12. https://doi.org/10.17977/um062v2i122020p605-612.
Fitron, Mukhammad, and Mu’arifin Mu’arifin. “Survei Tingkat Persepsi Siswa Terhadap Konsep Pendidikan Jasmani Di Sekolah Menengah Atas.” Sport Science and Health 2, no. 5 (2022): 264–71. https://doi.org/10.17977/um062v2i52020p264-271.
H.M, Muhammad Anwar. Menjadi Guru Profesional. I. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP, 2018.
Hanafi, Halid, La Adu, and H Muzakkir. Profesionalisme Guru Dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelaran Di Sekolah. Yogyakarta: Deepublish, 2019.
Juliano, Sangra. “Komunikasi Dan Gender: Perbandingan Gaya Komunikasi Dalam Budaya Maskulin Dan Feminim.” Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi (JIPSi) V No.I (2015).
Karwati, Euis, and Donni Juni Priansa. Manajemen Kelas (Classroom Management). Edited by Rismi Somad and Ai Kasmanah. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2019.
Kentary, Ardina, Abdul Ngalim, and Harun Joko Prayitno. “Tindak Tutur Ilokusi Guru Berlatar Belakang Budaya Jawa: Perspektif Gender.” Jurnal Penelitian Humaniora 16, no. 1 (2015): 61–71.
Kesumadewi, Errina Setiawati. “Perbedaan Model Komunikasi Kepala Sekolah Menurut Persepsi Siswa Ditinjau Dari Perspektif Gender.” Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) 9, no. 2 (2018): 75–84.
Kolozsvari, Orsolya. “Empathy in Danger: Book Review of Reclaiming Conversation by Sherry Turkle.” The Journal of Public and Professional Sociology 11, no. 2 (2019). https://doi.org/10.62915/2154-8935.1157.
Kurniawati, Farida. “Konstruksi Alat Ukur Interaksi Guru-Siswa Di Sekolah Dasar Inklusif.” Inklusi 5, no. 1 (2018): 1. https://doi.org/10.14421/ijds.050101.
Lakshmi, Arsy Saschia Ekka, and Edy Sudaryanto. “Analisis Dampak Tayangan Kartun Televisi Pada Perkembangan Bahasa Anak Di Masa Pandemi (Studi Deskriptif Komparatif Pada TK Srikandi Surabaya).” RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi 02, no. 03 (2022): 82–93.
Mukhoiyaroh. “Meningkatkan Keterampilan Sosial Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Pada Siswa,” 2022, 1–16.
Muspiroh, Novianti. “Peran Kompetensi Sosial Guru Dalam Menciptakan Efektifitas Pembelajaran.” Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi 4, no. 2 (2016): 1–19.
Parnawi, Afi. “Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa.” Fenomena 10, no. 1 (2018): 27–40. https://doi.org/10.21093/fj.v10i1.1180.
Pemerintah RI. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen.” Produk Hukum, 2005.
Prakasa, Sangra Juliano. “Komunikasi Dan Gender: Perbandingan Gaya Komunikasi Dalam Budaya Maskulin Dan Feminim.” Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi (JIPSi) V No.1 (2015): 19–30.
Pratama, Ilham Ade. “Persepsi Simetode Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SMPN 3 Tanjung Medan.” EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies 4, no. 1 (2023): 718–28. https://doi.org/10.47467/edui.v4i1.5997.
Simamora, Lambok. “Pengaruh Persepsi Tentang Kompetensi Pedagogik Guru Dan Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika.” Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA 4, no. 1 (2015): 21–30. https://doi.org/10.30998/formatif.v4i1.136.
Soraya, Nyayu. “Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Dosen Dalam Mengajar Pada Program Studi Pai Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Uin Raden Fatah Palembang.” Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam 4, no. 1 (2018): 183–204. https://doi.org/10.19109/tadrib.v4i1.1957.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2015.
Surya, Mohamad. Psikologi Guru. Edited by Abdul Hasim and Daeng Nurjamal. Bandung: Alfabeta, 2020.
Utami, Non Erna Sri, and Devi Afriyuni Yonanda. “Hubungan Gender Terhadap Prestasi Belajar Siswa.” Seminar Nasional Pendidikan, FKIP UNMA 2, no. Smyth 2015 (2020): 144–49.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yesyurun Joanne Rehuellah, Hani Rohayani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di HoCh: Jurnal Holistic Christianity ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal HoCh dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal HoCh (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).





