Berkat Leluhur: Kritik Teologis Terhadap Tradisi Mangongkal Holi di Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.34081/hoch.v1i1.797Keywords:
Berkat, Kontekstualisasi, Leluhur, Mangongkal Holi, Teologi KristenAbstract
Mangongkal Holi is a traditional cultural practice of the Toba Batak community involving the exhumation and relocation of ancestral remains as an expression of respect, preservation of genealogical lineage, and reinforcement of clan identity. Within the context of Toba Batak Christians, this tradition raises theological concerns when ancestral respect is interpreted as spiritual reliance, particularly in understanding ancestors as sources of blessing and protection. This study aims to critically examine the Mangongkal Holi tradition from a Christian theological perspective, focusing on the concepts of blessing, hope, and the role of Christ as the sole mediator. Employing a qualitative approach with a library research method, this study analyzes theological literature, cultural studies on the Toba Batak tradition, and relevant previous research. The findings indicate that Mangongkal Holi possesses legitimate social and cultural values, especially in strengthening family solidarity and communal identity. However, interpreting ancestors as sources of blessing is inconsistent with Christian theology, which affirms God as the sole source of blessing and Christ as the only mediator of salvation. Therefore, the church is called to respond to this tradition through a critical and contextual approach by clearly distinguishing cultural respect from theological reliance, in order to avoid syncretism while remaining faithful to Christian doctrine and respectful of local cultural heritage.
Abstrak
Tradisi Mangongkal Holi merupakan praktik budaya masyarakat Batak Toba yang berkaitan dengan penggalian dan pemindahan tulang-belulang leluhur sebagai bentuk penghormatan, pemeliharaan silsilah keluarga, dan penguatan identitas marga. Dalam konteks umat Kristen Batak Toba, tradisi ini menimbulkan persoalan teologis ketika pemaknaan penghormatan terhadap leluhur berkembang menjadi pengharapan spiritual, khususnya dalam memahami leluhur sebagai sumber berkat dan perlindungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis tradisi Mangongkal Holi dalam perspektif teologi Kristen, dengan fokus pada konsep berkat, pengharapan, dan peran Kristus sebagai satu-satunya pengantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis terhadap literatur teologi, kajian budaya Batak Toba, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mangongkal Holi memiliki nilai sosial dan budaya yang sah, terutama dalam memperkuat solidaritas keluarga dan identitas komunitas. Namun, pemaknaan leluhur sebagai sumber berkat tidak sejalan dengan ajaran iman Kristen yang menegaskan Allah sebagai satu-satunya sumber berkat dan Kristus sebagai satu-satunya pengantara keselamatan. Oleh karena itu, gereja perlu menyikapi tradisi ini secara kontekstual dan kritis, dengan membedakan antara penghormatan budaya dan pengharapan teologis, guna menghindari praktik sinkretisme sekaligus tetap menghargai warisan budaya lokal.
References
Arifianto Yonatan Alex. “Praktik Okultisme Dalam Terang Alkitab Dan Implikasinya Bagi Iman Kristen.” Teologi Gracia Deo 3 1 (2020): 28–46.
Butar-butar Robinson. “Reinterpretasi Teologis Terhadap Budaya Batak Toba.” Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 5, no. 2 (2021): 180–95.
Butarbutar, Rut Debora, Raharja Milala, and Dina Datu Paunganan. “Dalihan Na Tolu Sebagai Sistem Kekerabatan Batak Toba Dan Rekonstruksinya Berdasarkan Teologi Persahabatan Kekristenan.” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan 20, no. 2 (2020): 21–28.
Gulo, Yerniman, and Merry Mita. “Studi Budaya Batak.” Jurnal Hukum, Politik, Dan Ilmu Sosial (JHPIS) 1, no. 3 (2022): 111–25.
Herman, Samuel. “Kontekstualisasi Injil Dalam Tradisi Mangokal Holi.” Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 4, no. 1 (2023): 1–15.
Hia Alisatman. “Eksklusivitas Kristus Sebagai Jalan Keselamatan: Tinjauan Teologis Terhadap Tradisi Lokal.” Cultivation:Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 7, no. 1 (2023): 12–25.
Ii, B A B. “TINJAUAN PUSTAKA 2 . 1 Asal Usul Dan Sejarah Masyarakat Batak Toba,” n.d., 15–46.
Jhon Calvin. Institutes of the Christian Religion. Edited by Translator: Henry Beveridge. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing, 1559.
Kristen, Pendidikan Agama, Christar Arstilo Rumbay, Binsar Hutasoit, and Tunggul Yulianto. “Menampilkan Kristen Yang Ramah Terhadap Adat Roh Nenek Moyang Di Tanah Batak Dengan Pendekatan” 2 (2021): 50–58.
Lothar Schreiner. Adat Dan Injil(Perjumpaan Adat Dengan Iman Kristen Di Tanah Batak). 7th ed. jl.kwitang 22-23, jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.
Marisi et al. “"Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara,” 2021.
“MUH. MASTURY - HELLENISME(5).Pdf,” n.d.
Muhammad Rijal Fadli. “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif” 21, no. 1 (2008): 33–54.
Natonis Harun Y. “Kristus Sebagai Satu-Satunya Mediator: Tinjauan Teologis 1 Timotius 2:5-6.” Teologi El-Shadday 8 1 (2022): 45–60.
Nurjannah Sintya Sihotang, Megawati Manullang, and Warseto Freddy Sihombing. “Penghormatan Terhadap Leluhur: Perspektif Masyarakat Batak Kristen Terhadap Ritual Mangongkal Holi Di Desa Sinom Hudon Tonga.” Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral 2, no. 2 (2023): 65–79. https://doi.org/10.55606/lumen.v2i2.213.
Olivia, Ruth Anugrah, and Kata Kunci. “Dialog Kristen Dengan Ritus Mangongkal Holi Dalam Budaya Batak Toba Theology Of Respect Missiological Efforts Through Christian Dialogue With The Mangongkal Holi Rites in Toba Batak Culture,” no. 2 (2023): 53–63.
Sijabat, Marojahan S. “Penggalian Tulang-Belulang : Sebuah Kritik Injili Terhadap Pembangunan Tugu Di Tapanuli Utara.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 4, no. 1 (2003): 67–86. https://doi.org/10.36421/veritas.v4i1.103.
Sirait, Hikman. “Mangongkal Holi Kajian Terhadap Tradisi Batak Toba Berdasarkan Iman Kristen,” 2018.
Siregar, Binsar H. "Mangongkal Holi:Makna Dan Kontroversinya Dalam Masyarakat Kristen Batak. Sosio-Humaniora. Alkitab Te. Vol. 13, 1974.
Tamahiwu, Yekholya, and Yanto Paulus Hermanto. “Kharisma : Jurnal Ilmiah Teologi Metode Konseling Yesus Dan Implementasinya Pada Masa Kini Berdasarkan Yohanes 4 : 1-42” 5, no. 2 (2024): 14–25.
Theodoridis, Theodoros, and Juergen Kraemer. “Tradisi Mangongkal Holi,” n.d., 1–12.
Tobing, Suzen. “Mangongkal Holi Dan Relasi Kuasa Apparatus Adat Dan Agama.” Jurnal Seni Nasional Cikini 6, no. 1 (2020): 45–50.
Ummah, Masfi Sya’fiatul. “Perkembangan Tradisi Petik Laut Di Pesisir Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paiton Probolinggo 2000-2016.” Sustainability (Switzerland) 11, no. 1 (2019): 1–14.
“Upacara Adat Mangongkal Holi,” n.d., 1–12.
Yona, Sri. “Penyusunan Studi Kasus.” Jurnal Keperawatan Indonesia 10, no. 2 (2014): 76–80. https://doi.org/10.7454/jki.v10i2.177.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Krisnawati Napitupulu, Andi Audi Lukito (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di HoCh: Jurnal Holistic Christianity ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal HoCh dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal HoCh (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).





