Pendidikan Agama Kristen Multikultural dalam Mengatasi Dilema Religius Siswa Muslim di Sekolah Kristen

Authors

DOI:

https://doi.org/10.34081/hoch.v1i1.791

Keywords:

Pendidikan Agama Kristen Multikultural, Pendidikan Inklusif, Siswa Muslim, Multicultural Education

Abstract

Indonesia, as a multicultural nation, faces challenges in managing religious education in faith-based schools. The practice of religious education in Christian schools that only provide Christian Religious Education often creates a religious dilemma for Muslim students as a minority group. This condition has the potential to trigger identity confusion, social alienation, and value conflicts if it is not managed in an inclusive manner. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review of relevant books and journal articles. The purpose of this study is to examine the learning of Contextual Christian Religious Education as an effort to develop an educational approach that respects pluralism without weakening the Christian identity of the school. The findings indicate that the integration of multicultural, contextual, and inclusive approaches in Christian Religious Education is essential to create meaningful and equitable learning that aligns with the principles of diversity and national education regulations. Therefore, the implementation of Contextual Christian Religious Education can serve as a pedagogical strategy to support the creation of an inclusive educational environment while maintaining the religious identity of the school institution.

Abstrak
Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi tantangan dalam pengelolaan pendidikan agama di sekolah berbasis keagamaan. Praktik pendidikan agama di sekolah Kristen yang hanya menyediakan Pendidikan Agama Kristen kerap menimbulkan dilema religius bagi siswa Muslim sebagai kelompok minoritas. Kondisi ini berpotensi memicu kebingungan identitas, keterasingan sosial, serta konflik nilai apabila tidak dikelola secara inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap buku dan artikel jurnal yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Multikultural sebagai upaya membangun pendidikan yang menghargai pluralitas tanpa melemahkan identitas Kristen sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan multikultural, multikultural, dan inklusif dalam Pendidikan Agama Kristen penting untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, adil, serta selaras dengan prinsip kebhinekaan dan regulasi pendidikan nasional. Dengan demikian, penerapan Pendidikan Agama Kristen Multikultural dapat menjadi strategi pedagogis yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif sekaligus menjaga identitas keagamaan institusi sekolah.

References

Antone. Pendidikan Kristiani Kontekstual. Edited by Anton Sulistianto. 1st ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Apriano, Alvian. “Menuju Komunitas Kolaboratif: Implikasi Teori Intersubjektivitas Dalam Dilema Komunitas Religius Multikultur.” Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology 2, no. 1 (2024): 195–208. https://doi.org/10.24071/snf.v2i1.8499.

Azhari, Devi Syukri, Romat Efendi Sipahutar, Umi Kalsum, Putri Syahri, Universitas Al Washliyah, and Univa Medan. “Multicultural Education and the Significance of Education,” 2024, 1101–8. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i03.

Benu, Saniria, and Hasanuddin Manurung. “Dampak Pendidikan Agama Kristen Terhadap Toleransi Antar Agama Di Indonesia” 9, no. 2 (2025): 9–24.

Beragama, Toleransi, D I Tengah, and Masyarakat Pluralisme. “Peran Pendidikan Agama Kristen Kontekstual: Membangun Toleransi Beragam Di Tengah Masyarakat Pluralisme” 3, no. 2 (2024): 1623–29.

Dannari, Jessy Yunus, Nur Sitti, Jimmi Mangosa, Hermita Ratte, and Fersiani Kanda. “Pendidikan Agama Kristen Dalam Perspektif Multikulturalisme Di Sekolah,” 2025.

Dwi, Nurma. “Penguatan Toleransi Melalui Implementasi Budaya Sekolah Religius : Studi Kasus SDN Di Jakarta Timur,” no. April (2024): 116–27. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i01.4093.

Faojin, Mohamad, Noer Chasanah, Syed Iftikhar, and Ali Gilani. “Interdisipliner Hak Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Muslim Di Sekolah Non” 2, no. 1 (2023): 15–25.

Farida Hanum. “Pendidikan Multikultural Dalam Pluralisme Bangsa,” 2004, 1–24.

Gulo, Rezeki Putra, and Elfin Wanius Waruwu. “Pendidikan Agama Kristen Inklusif : Menjembatani Iman Dan Keberagaman Melalui Kerangka Filosofis Inclusive Christian Religious Education : Bridging Faith and Diversity through a Philosophical Framework” 6, no. 1 (2025): 52–69. https://doi.org/10.25278/jitpk.v6i1.1021.

Gunawa, Sri. “Pendekatan Kecedasan Majemuk Dan Teknologi Untuk Meningkatkan Efikasi Diri.” Universitas Aitlangga, 2024.

Haekal Attar. “Kemenag Tak Anggap Masalah Jika Ada Murid Berasal Dari Agama Yang Berbeda.” NU Online, 2023.

Harianto, Ahmad Rifki, and Abdurrahman Abdurrahman. “Strategi Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Karakter Toleransi Antar Siswa Beragama.” Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan 4, no. 3 (2025): 661–73. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1390.

Hesselgrave, David J., and Edward Rommen. Kontekstualisasi: Makna, Metode, Dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Hidayani, Sabilla, Br Tarigan, Ali Imran Sinaga, and Solihah Titin Sumanti. “Permasalahan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Di Sekolah Minoritas Muslim” 10 (2025): 174–80. https://doi.org/10.23916/085932011.

Imah, Milla Tunna, and Budi Purwoko. “Studi Kepustakaan Penerapan Konseling Neuro Linguistic Programming (NLP) Dalam Lingkup Pendidikan.” State University of Surabaya, 2018.

Konsep, Peta. Mengelola Kebinekaan Sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional. Vol. 4, 2023.

“Misi Kristologi Dalam Konteks Kebudayaan.” Logia: Jurnal Teologi Pentakosta, 2019.

Mluweh, and A Mustad. “Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Model Pembiasaan Untuk Meningkatkan Kedisiplinan.” Jurnal Pendidikan Dasar, 2020.

Muhammad Khoiruzzadi. “Dualisme Pengetahuan Agama: Dinamika Religiusitas Siswa Muslim Di SD Kristen Pubo” 19, no. 1 (2022).

Nurhasanah, S, Adam Malik, and D Mulhayatiah. “Penerapan Model Experiental Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa” 2, no. 2 (2017): 58–62.

Penelitian, Jurnal, Pendidikan Agama, Pusat Penelitian, Pendidikan Agama, Keagamaan Balitbang, Diklat Kemenag Ri, and Jakarta Pusat. “Religiuos Education Service According to Student’s Religion At Schooll” 15, no. 1 (2017): 13–31.

Perspektif, Dalam, and John Dewey. “Hakekat Pendidikan Menurut Prespektif John Dewey Tinjauan Teoritis Wasitohadi,” 2002, 49–61.

Purwasari, Dharma Ratna. “Konsep Pendidikan Multikultural Dalam Pandangan James A Banks” 10 (2023): 249–58.

Putri Debora Simanjuntak. “Kode Etik Tantangan Profesionalisme Guru PAK Di Zaman Pluralisme Yang Mengatakan Semua Agama Itu Sama” 4, no. 1 (2025): 1821–27.

Putri, Ribka Rahelni, Indraldo Undras, Elieser R. Marampa, and Yoel Triyanto. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menanamkan Sikap Inklusif Generasi Z.” Jurnal Teruna Bhakti 6, no. 1 (2023): 111. https://doi.org/10.47131/jtb.v6i1.135.

Ramli Rasyid, Dkk. “Pentingnya Pendidikan Multikultural Dalam Konteks Pancasia Di Masyarkat” 7 (2024): 3648–55.

Rizky Setiawati, Nurhamidi. “Dinamika Religiusitas Siswa Muslim Di Sekolah Non Islam (Studi Kasus Siswa Muslim SMA Santo Thomas Yogyakarta).” Pendidikan Agama Islam XI, no. 1 (2014): 98.

Santoso, Desy Irawati, Yusthina Hardiyati Ndolu, Fernis Laia, Djoys Anneke Rantung, and Stepanus Stepanus. “Pengembangan Kurikulum Kontekstual Pak Berbasis Nilai Kristiani Dan Aspirasi Belajar Peserta Didik Menurut Campbell Wyckoff.” Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen 10, no. 2 (2025): 273–87. https://doi.org/10.33541/rfidei.v10i2.301.

Silaban, Yandri Angelica, Tabita Mutia Tambunan, Surya Ganda Pasaribu, Institut Agama, and Kristen Negeri. “Respon Iman Kristen Terhadap Pluralitas Agama” 1, no. 2 (2024): 62–72.

Sinaga, Rafael Salas. “Pendidikan Agama Kristen Kontekstual : PAK Memulai Pendekatan Kontekstual Bagi Perkembangan Spiritualitas Generasi Z,” n.d.

Siwi Kartika Sari. “Identitas Sosial Pelajar Muslim Sekolah Menengah Kejuruan Kristen 1 Kabupaten Klaten,” n.d.

Suharsono. “Peran Guru Agama Dalam Penanaman Nilai-Nilai Multikultural Di Sekolah Dasar” 8, no. 1 (2024): 437–47. https://doi.org/10.35931/am.v8i1.3160.

Surahman, Yugga Tri, Endang Fauziati, Prodi Magister, Pendidikan Dasar, and Universitas Muhammadiyah Surakarta. “Maksimalisasi Kualitas Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Learning By Doing Pragmatisme By John Dewey” 3, no. 2 (2021): 137–44.

Syakur, Sena ABdillah. “Keberagaman Siswa/Siswi Muslim Di Sekolah Bebasis Kristen (Studi Kasus Di SMA Lentera Harapan Jati Agung Lampung Selatan).” Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung, 2024.

Tobe, Yuni, Jindry Tafuli, Semuel Linggi Topayung, Sekolah Tinggi, Teologi Injili, and Arastamar Setia. “Pendidikan Agama Kristen Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Dalam Konteks Multikulturalisme” 1, no. 4 (2024).

Tonapa, Damaris, Ribka Esther Legi, Anatje Ivone, Sherly Lumantow, Yahya Herman, Anastacia Jennifer, Alexandrina Mailoor, Sekolah Tinggi, Teologi Transformasi, and Indonesia Manado. “Membangun Karakter Kristianni Melalui Agama Kristen” 6, no. 1 (2025).

“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional,” no. 1 (2003): 1–42.

Wirabumi, Ridwan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Ibn, and Khaldun Bogor. “Metode Pembelajaran Ceramah” I, no. I (n.d.): 105–13.

Published

2026-03-25