Keteladanan Seorang Guru: Analisis Peran Guru TK Kristen terhadap Perkembangan Karakter Anak Didik
Analisis Peran Guru TK Kristen terhadap Perkembangan Karakter Anak Didik
DOI:
https://doi.org/10.34081/hoch.v1i1.758Keywords:
Character Development, Students, Teacher Role ModelingAbstract
Early childhood education in Christian schools places the formation of spirituality at the center of the learning process. However, there is still limited understanding of the teacher’s role, not only as a transmitter of information but also as a model of faith who accompanies students in experiencing God personally. This study aims to explain the role of teachers as models of faith in creating reflective and meaningful learning experiences for students. The method used is a qualitative-descriptive approach through literature analysis and observation of Christian pedagogical practices. The results of the study show that teachers play a role in building dialogue, providing space for spiritual expression, and utilizing classroom activities such as storytelling, art, and reflection to nurture students’ faith development. The interaction between teachers and students becomes an important means in the formation of spiritual meaning. The success of the teacher’s role as a model of faith largely depends on the teacher’s spiritual sensitivity and personal faith maturity, which are expressed through loving relationships with students.
Abstrak
Pendidikan anak usia dini di sekolah Kristen menempatkan pembentukan spiritualitas sebagai pusat proses pembelajaran. Namun, masih terdapat pemahaman yang terbatas mengenai peran guru yang tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai teladan iman yang mendampingi anak didik untuk mengalami Tuhan secara personal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru sebagai teladan iman dalam menciptakan pengalaman belajar yang reflektif dan bermakna bagi anak didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur dan pengamatan terhadap praktik pedagogis Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan dalam membangun dialog, menyediakan ruang bagi ekspresi spiritual, serta memanfaatkan kegiatan kelas seperti bercerita, seni, dan refleksi untuk menumbuhkan penghayatan iman anak didik. Interaksi antara guru dan anak didik menjadi sarana penting dalam pembentukan makna spiritual. Keberhasilan peran guru sebagai teladan iman sangat bergantung pada kepekaan spiritual guru serta kedewasaan iman pribadi yang diwujudkan dalam relasi yang penuh kasih dengan anak didik.
References
Alunat, Yermias Eliasar. “Implementasi Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dalam Proses Pembentukan Karakter Siswa.” SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 5, no. 1 (2023): 45–60. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i1.181.
Amahorseya, Michaela Zebada Faustina Agrippine, and Sjafiatul Mardliyah. “Implikasi Teori Konstruktivisme Vygotsky Dalam Penerapan Model Pembelajaran Kelompok Dengan Sudut Pengaman Di TK Anak Mandiri Surabaya.” Jurnal Buah Hati 10, no. 1 (2023): 16–28.
Basori, Basori. “Peran Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Membangun Karakter Pada Anak.” Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology 2, no. 1 (2024): 58–63.
Emzir, Metodologi, and M Pd. “Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data.” Jakarta: Raja Grafindo, 2012.
Ering, Aljuanika, and Aldie Mandey. “Pendidikan Karakter Dan Kepribadian Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran.” Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 5, no. 1 (2024): 27–35.
Fiantika, F R, M Wasil, S Jumiyati, L Honesti, S Wahyuni, E Mouw, I Mashudi, N Hasanah, A Maharani, and K Ambarwati. “Others.(2022). Metodologi Penelitian Kualitatif.” Get Press, n.d.
Hanifa, Hanifa. “Gaya Komunikasi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.” Universitas Komputer Indonesia, 2022.
Harefa, Zakharia Victor, Talizaro Tafonao, Desetina Harefa, Rini Sumanti Sapalakkai, and Selvyen Sophia. “Peran Guru Sebagai Fasilitator Dan Katalisator Melalui Teori Konstruktivisme Dalam Model Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Agama Kristen.” Kharismata J. Teol. Pantekosta 4, no. 2 (2022): 211–28.
Huang, Yu-Chia. “Comparison and Contrast of Piaget and Vygotsky’s Theories.” In 7th International Conference on Humanities and Social Science Research (ICHSSR 2021), 28–32. Atlantis Press, 2021.
Hull, John M. Studies in Religion and Education. Routledge, 2018.
Kasingku, Juwinner, and Fellix Gosal. “Pendidikan Holistik Sebagai Dasar Pembentukan Karakter.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 9, no. 2 (2024): 7916–30.
Laia, Fermina. “Pentingnya Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Siswa.” Inculco Journal of Christian Education 3, no. 3 (2023): 301–13.
Marampa, Elieser R. “Peran Orangtua Dan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Kerohanian Peserta Didik.” SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 100–115.
Moleong, Lexy J. “A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian.” Pelaksanaan Reforma Agraria Di Desa Sumberdanti Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember (Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Pokok-Pokok Agraria Dan Perpres No. 86 Tahun 2018 Tentang Reforma Agraria), 2020.
Pandie, Remegises Danial Yohanis, Yunardi Kristian Zega, Desetina Harefa, Stefanus Meo Nekin, Rini Sumanti Sapalakkai, and Selvyen Sophia. “Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah.” REAL DIDACHE: Journal of Christian Education 2, no. 1 (2022): 15–29.
Panjaitan, Firman. “Tujuan Pembelajaran Dalam Pendidikan Kristen Berdasarkan 2 Timotius 3:16.” CHARISTHEO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2022): 134–47. https://doi.org/10.54592/jct.v1i2.21.
Pasaribu, Sesilia Desmonika, Ledyana Togatorop, Delia Angellina Gultom, Irayanti Sinaga, and Partogian Filemon Siburian. “Pengaruh Keteladanan Guru Pak Terhadap Karakter Siswa.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 2, no. 01 (2025): 928–31.
Rangga, Oktavianus. “Pembelajaran Agama Kristen Berbasis Pengalaman: Membangun Iman Melalui Narasi Hidup.” PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 81–99.
Rumjaun, Anwar, and Fawzia Narod. “Social Learning Theory—Albert Bandura.” In Science Education in Theory and Practice: An Introductory Guide to Learning Theory, 65–82. Springer, 2025.
Sanjaya, Yudhy, Mitra Bina Riang Lase, Marlina Meri, and Linda Dewi Terserani Lase. “Gereja Sebagai Pilar Pembentukan Iman Anak Usia Dini: Pendekatan Teologis Dan Praktis.” Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2025, 83–93.
Simanjuntak, Sarah, and Ordekoriah Saragih. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Moral Anak.” Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4, no. 1 (2025): 1179–93.
Situmeang, Ronaldes Gokpindo, Monica Silitonga, Meysa Nababan, Moses Sirait, and Dorlan Naibaho. “Pengaruh Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 2, no. 2 (2023): 11520–30.
Waruwu, Elfin Warnius, and Riste Tioma Silaen. “Kualitas Kepemimpinan Guru PAK Menjadi Figur Utama Yang Diteladani Peserta Didik.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 6, no. 2 (2024): 186–201. https://doi.org/10.47167/kharis.v6i2.221.
“Wawancara Dengan Hapukh, Tanggal 18 Agustus 2025 Jam 14:18 WIB-Selesai,” n.d.
“Wawancara Dengan Ibu Ayu Hermawati Surya Mengenai Pengaruh Dari Keteladanan Guru Kepada Murid.” 2025.
“Wawancara Dengan Ibu Yemima Ratna Wati Mengenai Peran Seorang Guru Sebagai Teladan Bagi Anak Didik Di TK Kristen Pelangi Kasih.” 2025.
“Wawancara Dengan Saga, Tanggal 18 Agustus 2025 Jam 13:56 WIB-Selesai.” n.d.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yohana Helita Dwiyanti Lantini, Firman Panjaitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:

Penulis yang menerbitkan artikel di HoCh: Jurnal Holistic Christianity ini menyetujui ketentuan berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal HoCh dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0), yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal HoCh (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mempublikasikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat pengaruh akses terbuka).





